Hikmah Puasa Ramadhan

Hikmah puasa yang tertinggi, sebagaimana diterangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 183, adalah untuk membina kualitas ketaqwaan orang yang puasa. Imam al-Maraghi dalam tafsirnya menyatakan bahwa puasa dapat dilihat dari beberapa segi, antara lain :
- Puasa itu mendidik manusia untuk senantiasa menyadari eksistensi Tuhannya dalam segala aktifitasnya, baik dalam keadaan tersendiri ataupun di tengah-tengah orang banyak. Seperti dapat diketahui, bahwa orang yang puasa itu pada hakikatnya adalah hanya dalam pengawasan Tuhan, bukan sesama manusia. Misalnya ketika dihadapkan pada makanan lezat di sore hari, atau minuman segar di tengah hari dan lain-lain;
- Mengurangi ketajaman nafsu seksual dan sekaligus dapat menuntun seksualitas itu sesuai dengan aturan syara’;
- Puasa dapat mendidik kebiasaan kasih sayang kepada yang lemah. Kasih sayang itu sendiri yang dapat mendorong seseorang untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan, baik berupa zakat ataupun shadaqoh. Ketika merasakan penderitaan lapar dan dahaga karena puasa itu, Ia akan segera menyadari penderitaan orang-orang fakir dan miskin, dalam masalah yang sama, yang berkepanjangan;
- Dalam ibadah puasa terkandung kesamaan derajat kemanusiaan, antara yang kaya dengan yang miskin, antara pemimpin dengan rakyat dalam melaksanakan kewajiban keagamaan yang sama;
- Puasa juga dapat membina kebiasaan berdisiplin dalam kehidupan, hal itu dapat terlihat bahwa mereka berbuka pada waktu yang telah ditentukan;
- Puasa juga dapat memelihara kesehatan, dalam hal-hal tertentu. Dalam hal ini, tentu saja memerlukan kajian-kajian ilmu kesehatan yang lebih rinci atau detail;

jangan sampai puasa di jadikan sedekah setahun sekali
[...] Nabi n shalat di bulan Ramadhan 20 rakaat dan witir.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Awsath, 5/324 no. 5440 dan 1/243 no. [...]